Minggu, 15 Februari 2015

Menjaga Kebudayaan Islam



Agama Islam pertama kali turun dan disebarkan di Arab Saudi tepatnya pada kelompok Bani Quraisy yang ada di kota Makkah. Karena itu, kebudayaan Islam tentulah sangat kental dengan nuansa kebudayaan Arab. Namun kebudayaan Islam tidak harus sama dengan kebudayaan Arab sebagai tempat pertama kalinya Islam disebarkan.
Perlu kita ketahui bahwa, kebudayaan merupakan keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar. Baik itu hasil belajar dari zamannya yang diolah dengan pikirannya secara original maupun hasil dari pengaruh dengan kebudayaan yang lain.
Kebudayaan Islam itu sangat banyak. Mungkin sebanyak kebudayaan daerah yang di situ tersiar dan ada proses pengembagan agama Islam, karena sifat dari kebudayaan itu sendiri karena sifat dari kebudayaan itu sendiri yang adaptif, dinamis dan integratif. Selain itu agama Islam cenderung fleksibel dengan kebudayaan yang ada. Tapi, dengan begitu bukan berarti Islam itu agama yang memiliki konsistensi terhadap ajarannya.
Agama islam memiliki sumber hukum yang universal dan sangat jelas, yang tidak berubah dari zaman ke zaman, yang terjaga keasliannya yaitu Al-Qur’an. Kemudian ada sumber yang kedua sebagai penegas dan penjelas hukum yang pertama yaitu perkataan, perbuatan, dan persetujuan Rasulullah yang lebih kita kenal dengan nama hadits.
Dua sumber pokok ajaran ini merupakan inti dan kosistensi yang tidak boleh ditolak oleh semua umat Islam, karena semua hukum yang ada dalam islam itu dapat diambil langsung atau di kiaskan dari dua sumber ini. Demikian pula dengan kebudayaan, kebudayaan di suatu daerah dapat diterima dalam islam secara selektif. Selama kebudayaan itu tidak bertentangan dengan dua sumber ini, kebudayaan di masyarakat yang telah ada boleh dijalankan. Karena itu, jika kita bicara tentang jumlah kebudayaan Islam maka sangat banyak sekali.
Dari sekian banyak itu, kebudayaan Islam dapat kita kelompokkan menjadi dua, yaitu kebudayaan asli dan kebudayaan turunan. Kebudayaan asli maksudnya adalah kebudayaan yang asli bersumber dari ajaran Islam yang harus dijalankan juga oleh para pengikutnya. Sedangkan turunan adalah kebudayaan yang merupakan hasil dari penyebaran (difusi), Percampuran (akulturasi) maupun pembauran budaya (asimilasi). Maka tidak heran jika kita bicara tentang jumlah kebudayaan Islam itu sangat beragam dan banyak sekali. Dari sekian banyak kebudayaan Islam itu, tentu tidak mungkin kita menjaganya semua. Karena semua kebudayaan pasti mengalami perubahan menurut dengan pola perkembanga zaman.
Tapi ada budaya asli atau pokok dalam Islam yang perlu kita jaga yaitu kebudayaan beribadah dan kebudayan berfikir. Kebudayaan itulah yang akan menjadi identitas seorang muslim dan tidak boleh hilang dalam diri seorang muslim. Untuk dapat menjaganya maka kita perlu memahami kebudayaan asli itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar