Firman Allah yang artinya :
“dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku.”
Ibadah merupakan
tujuan penciptaan manusia. Begitulah yang tercantum dalam Al-Qur’an. Kewajiban hidup
adalah ibadah. Inilah yang menjadi kebudayaan Islam yang sejati. Jika hidup tidak
dipenuhi dengan ibadah maka akan rugi, jika hidup tidak digunakan untuk
beribadah maka hidup maka akan sia-sia, tidak berarti.
Mendengar kata ibadah tentu pikirannya langsung
tertuju kepada hubungan antara manusia dengan Tuhan yang berupa sholat, puasa, sedekah
baik itu yang diwajibkan atau yang disunnahkan, dan haji. Sebenarnya yang
dimaksud dengan kebudayaan ibadah di sini tidak sebatas itu. Kalau kita lihat
secara bahasa ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah yang
didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya Sedangkan beribadah sendiri itu artinya menunaikan semua kewajiban
yg diperintahkan Allah atau mengerjakan semua hal positif dengan niat
karena Allah.
Menurut Ibnu
Taimiyah dalam kitabnya Al Ubudiyah mengatakan bahwa
Ibadah adalah suatu kata yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan
diridhoi Allah dari ucapan-ucapan, amal-amal batin dan lahir. Jadi segala ucapan dan amal baik amal lahir maupun batin
yang dilakukan atas dasar kecintaan kepada Allah merupakan suatu ibadah. Dari pengertian
itu, ibadah dapat kita kelompokkan menjadi dua yaitu ada ibadah mahdhoh
atau ibadah khoshoh dan ibadah ghoiru mahdhoh atau ibadah ‘ammah.
Ibadah
mahdhoh atau Ibadah
Khoshoh adalah ibadah yang ketentuannya telah
ditetapkan dalam nash (dalil/dasar hukum) yang jelas, dilaksanakan menurut tuntunaan yang sesuai dengan syarat dan rukun yang
telah tentukan seperti sholat, zakat, puasa, dan haji. Bentuk ibadah kita tidak hanya itu, masih ada ibadah ghoiru
mahdhoh.
Ibadah ghoiru
mahdhoh atau ibadah
ammah adalah semua perilaku baik yang dilakukan semata-mata
karena Allah SWT.
seperti bekerja, makan, minum, dan tidur sebab semua itu untuk menjaga kelangsungan
hidup dan kesehatan jasmani supaya dapat ridlo-Nya. Semua pekerjaan
yang kita lakukan dengan meninggalkan hal-hal yang larangan Allah dan berusaha menjalankannya
sesuai dengan tuntunannya-Nya, pertimbangkan baik tidaknya menurut Allah dengan
didasari rasa ketaatan dan kecintaannya kepada Allah itu juga merupakan ibadah.
Peribadahan inilah yang harus kita lestarikan dalam
diri kita sebagai seorang muslim kemudian kita sebarkan lagi sampai menjadi
sebuah kebudayaan umat Islam. Ibadahlah yang akan mebedakan antara kaum muslim
dengan non muslim. Karena jika semua tindakan kita dasari dengan peribadatan
kepada Allah pasti tidak mungkin kita akan melenceng dari syariat. Syariat inilah
yang akan memberikan identitas kepada orang muslim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar