Sabtu, 30 Maret 2013

PESAN ORANG TUA KEPADA ANAKNYA

لا اله الّا الله الملك الحقّ المبين
محمّد رسول الله صادق الوعد الأمين

Mendengar dua kalimat tersebut membuatku teringat akan masa kecilku. Ibuku sering membacakannya dengan nada lagu jawa ala Ida Laila yang mendayu dan menyentuh kalbu sambil menimangku saat aku menangis. Begitu pula yang dilakukan beliau saat menimang anak-anak lain yang sedang menangis.

Aku baru tersadar ketika aku berada di atas dua rodaku yang sedang ku kayuh. Dalam dua kalimat tersebut mengandung pesan yang luar biasa, yang ingin disampaikan kepadaku dan agar tertanam dengan kuat dalam jiwaku sejak kecil. Itu adalah pesan kehidupan untuk menjaga iman, islam dan ihsan.

“Anakku, mengapa engkau menangis?
Apa yang engkau keluhkan sehingga engkau menangis?
Janganlah engkau menangis!
Ingatlah! Kita mempunyai Tuhan, Allah.
Berbahagialah!
Dia selalu setia menemanimu dimana saja, saat susah dan saat senang.
Dia Yang Merajai alam semesta ini.
Dialah tempatmu bersandar dan Dia akan memenuhi semua kebutuhanmu.
Janganlah bersedih!
Jalankanlah perintah-perintah-Nya dan tinggalkanlah larangan-larangan-Nya!
Ini adalah berita dan pesan dari Nabi Muhammad panutan kita.
Dia juga selalu setia menemanimu dimana saja, saat susah dan saat senang.
Bergembiralah!
Janji-janjinya semua benar, karena dia adalah orang yang paling jujur.
Sudahlah, anakku. Cukupkanlah Engkau menangis!”

Sering aku terharu saat mendengarkannya. Apakah kelak aku masih bisa meneruskan pesan ini kepada anak-anakku sedangkan kehidupan dunia ini semakin rumit dan membuat manusia terlena. Apakah aku juga akan terlena dengan dunia? Kemudian aku lupa akan pentingnya memberikan kasih saying dan membentuk kepribadian anak-anakku.

Bersyukurlah Kalian semua yang sekarang hidup dalam keimanan, memegang teguh agama Islam. Tidak ada kenikmatan yang lebih besar dari iman Islam dan selanjutnya disempurnakan dengan nikmatnya dalam balutan Ihsan.

Selanjutnya, mari kita berterima kasih kepada kedua orang tua kita. Karena keduanya kita bisa berada di dunia ini dan hidup sampai sekarang. Meski siapapun yang merawat kita. Kita yang masih hidup ini jauh lebih beruntung dari pada mereka yang mati dalam kandungan ibu mereka. Ibu kita sudah mau melahirkan kita dengan bagaimanapun keadaannya.
 
Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang mau merenung dan bersyukur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar