Salah satu hal yang menyebabkan manusia tidak mau berusaha, putus asa dan menganggap bahwa ikhtiyar itu tidak perlu dilakukan adalah
Manusia Belum Memahami Perintah Allah
Dalam dunia ini Allah telah memberikan patokan-patokan kehidupan bagi
manusia yaitu syari’at yang bersumber pada Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Keduanya berisi tentang berbagai perintah, dari perintah untuk
menetapkan diri dalam Islam dengan menjalankan rukun Islam dan rukun
iman sampai perintah mencari rizki yang baik. Dan berisi tentang
berbagai larangan, dari larangan menyekutukan Allah sampai larangan
melupakan kehidupan dunia.
Percaya akan adanya takdir merupakan bagian dari rukun iman dan mempercayai seluruh yang ada dalam rukun iman merupakan perintah. Setiap manusia tidak dikatakan beriman yang sempurna jika tidak mempercayai adanya takdir. Takdir itu memang benar adanya dan harus kita yakini keberadaannya sebagai hal yang nyata. Tapi, tidak berarti kalau kita percaya akan adanya takdir kemudian kita pasrahkan semua yang ada dalam kehidupan dunia ini terhadap takdir tanpa ikhtiyar.
Iktiyar juga merupakan perintah dari Allah yang harus kita jalani. Adanya hukum sebab-akibat di dunia ini juga harus kita perhatikan. Allah telah menciptakan akibat agar kita mau menepati sebab-sebab. Dan pengetahuan kita tentang sebab-akibat ini merupakan karunia Allah yang harus kita syukuri dengan mempergunakannya sebagai bahan pertimbangan bagi kita dalam bergerak.
Sebagaimana Allah Yang Maha Lembut menciptakan siang dan malam dengan proses yang begitu indah. Dan dalam pergantian siang dan malam itu agar manusia menggunakannya dengan sesuai. manusia juga diperintah untuk memperoleh hal yang diinginkan dengan berikhtiyar hingga memeroleh keinginannya. Firman Allah dalam surat Al-Furqon yang artinya : “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.”
Percaya akan adanya takdir merupakan bagian dari rukun iman dan mempercayai seluruh yang ada dalam rukun iman merupakan perintah. Setiap manusia tidak dikatakan beriman yang sempurna jika tidak mempercayai adanya takdir. Takdir itu memang benar adanya dan harus kita yakini keberadaannya sebagai hal yang nyata. Tapi, tidak berarti kalau kita percaya akan adanya takdir kemudian kita pasrahkan semua yang ada dalam kehidupan dunia ini terhadap takdir tanpa ikhtiyar.
Iktiyar juga merupakan perintah dari Allah yang harus kita jalani. Adanya hukum sebab-akibat di dunia ini juga harus kita perhatikan. Allah telah menciptakan akibat agar kita mau menepati sebab-sebab. Dan pengetahuan kita tentang sebab-akibat ini merupakan karunia Allah yang harus kita syukuri dengan mempergunakannya sebagai bahan pertimbangan bagi kita dalam bergerak.
Sebagaimana Allah Yang Maha Lembut menciptakan siang dan malam dengan proses yang begitu indah. Dan dalam pergantian siang dan malam itu agar manusia menggunakannya dengan sesuai. manusia juga diperintah untuk memperoleh hal yang diinginkan dengan berikhtiyar hingga memeroleh keinginannya. Firman Allah dalam surat Al-Furqon yang artinya : “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar