Suatu hari seorang sopir taksi mendapat penumpang seorang wanita cantik yang untuk pergi ke kantor. Perjalanan begitu lancar, jalanan tampak tidak terlalu ramai. Ketika sampai di perempatan dengan lampu lalulintasnya, si sopir dan wanita tersebut menemui lampu merah, akhirnya si sopir menghentikan laju taksinya. Tapi tiba-tiba dari belakang terasa ada hentakan besar. Benar saja, setelah si sopir dan wanita tersebut keluar ternyata ada truk di belakang yang menabrak taksinya. Terlihat orang-orang di sekitar kejadian itu menghampiri dan menyalahkan si sopir truk tersebut.
Tanpa babibu, wanita yang menumpangi taksi itu mengomel tanpa arah. Setelah wanita penumpang taksi itu merasa agak puas mengomeli si sopir truk, dia bertanya kepada si sopir taksi yang terlihat hanya diam saja.
“Pak, taksinya ditabrak kok malah diam saja sih?”
Dalam posisi ini si sopir taksi adalah pihak yang paling dirugikan, karena taksi yang dikemudikannya itu adalah taksi sewaan yang harus dipertanggungjawabkannya karena tidak berasuransi. Tapi sopir taksi itu tidak terlihat marah sama sekali.
Sopir taksi tersebut akhirnya menjawab, sambil menggantungkan senyuman di wajahnya, sopir taksi itu mengatakan “tadi pagi aku sudah berjanji kepada diriku sendiri dan berdo’a kepada Tuhan, ‘Ya Allah, hari ini aku ingin menjadi orang baik. Aku tidak ingin mengotori hatiku dengan rasa iri, dengki, sombong, marah dan malas.’ Dan demikian juga aku berjanji pada diriku sendiri.”
Apa yang anda dapat dari cerita ini?
Tanpa babibu, wanita yang menumpangi taksi itu mengomel tanpa arah. Setelah wanita penumpang taksi itu merasa agak puas mengomeli si sopir truk, dia bertanya kepada si sopir taksi yang terlihat hanya diam saja.
“Pak, taksinya ditabrak kok malah diam saja sih?”
Dalam posisi ini si sopir taksi adalah pihak yang paling dirugikan, karena taksi yang dikemudikannya itu adalah taksi sewaan yang harus dipertanggungjawabkannya karena tidak berasuransi. Tapi sopir taksi itu tidak terlihat marah sama sekali.
Sopir taksi tersebut akhirnya menjawab, sambil menggantungkan senyuman di wajahnya, sopir taksi itu mengatakan “tadi pagi aku sudah berjanji kepada diriku sendiri dan berdo’a kepada Tuhan, ‘Ya Allah, hari ini aku ingin menjadi orang baik. Aku tidak ingin mengotori hatiku dengan rasa iri, dengki, sombong, marah dan malas.’ Dan demikian juga aku berjanji pada diriku sendiri.”